Perusahaan Grup Salim Raup Dividen Rp 1,2 Triliun dari Indofood sukses Makmur Oleh lbhwajihas.com

Dipublikasikan oleh admin pada

Perusahaan Grup Salim Raup Dividen Rp1,2 Triliun dari Indofood Sukses Makmur Selain pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dua emiten Grup Salim itu menyetujui laporan tahunan direksi mengenai kegiatan usaha dan kinerja keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akan membagikan total dividen untuk tahun buku 2019 sebesar Rp2,44 Triliun atau setara Rp278 per saham. Adapun First Pacific Investment Management Ltd, perusahaan investasi milik Grup Salim, bakal meraup dividen dari Indofood sebesar Rp1,22 Triliun. Sesuai rencana, Indofood akan membayar dividen tersebut pada 14 Agustus 2020. Berdasarkan data RTI, jumlah saham Indofood yang dicatatkan per 31 Mei 2020 mencapai 8,78 Miliar unit. Dilansir dari keterbukaan informasi BEI, First Pacific menguasai 4,39 Miliar saham atau setara 50,07 persen. Sedangkan, Anthoni Salim memiliki 1,32 Juta saham atau 0,02 persen. Anthoni Salim sendiri akan mengantongi dividen dari Indofood sebesar Rp369,6 Juta.  Sementara itu, anak usaha perseroan, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menetapkan total dividen Rp2,5 Triliun atau setara Rp215 per saham. Dividen tersebut akan dibayar pada 12 Agustus 2020. Adapun jumlah saham Indofood CBP yang tercatat sebanyak 11,66 Miliar unit. Indofood CBP akan menyetor dividen sebesar Rp2 Triliun kepada Indofood selaku pengendali 9,39 Miliar saham.  Direktur Utama dan CEO Indofood, Anthoni Salim mengatakan, pihaknya mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan.  “Kami akan tetap fokus dalam core business kami untuk meningkatkan stakeholder value,” katanya dalam keterbukaan informasi, Kamis  (16/7) lalu. Menurtnya, jika mengacu pada perolehan laba bersih tahun lalu, maka payout ratio dividen Indofood sebesar 49,7 persen, sedangkan payout ratio dividen Indofood CBP juga 49,6 persen.  “Selama 2019, Indofood mencetak kenaikan laba bersih 18 persen menjadi Rp4,91 Triliun, sedangkan laba bersih Indofood CBP meningkat 10 persen menjadi Rp5,04 Triliun,” tukasnya. Selain pembagian dividen, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) dua emiten Grup Salim itu menyetujui laporan tahunan direksi mengenai kegiatan usaha dan kinerja keuangan untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2019. Namun, Indofood CBP menunda agenda RUPSLB yang semula dijadwalkan berbarengan dengan RUPST pada 15 Juli 2020. Agenda RUPSLB tersebut adalah meminta persetujuan pemegang saham atas akuisisi penuh Pinehill Company Limited (PCL) yang dimiliki oleh Pinehill Corpora senilai US$ 2,99 miliar.  Sekretaris Perusahaan Indofood CBP Gideon A Putro mengatakan, RUPSLB ditunda karena perseroan masih mendapatkan tambahan permintaan penjelasan terkait dengan rencana transaksi akuisisi seluruh saham Pinehill Company Limited dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).  Belum lama ini, Global Capital Asia melaporkan Indofood CBP segera meraih kesepakatan dengan pihak bank terkait penjajakan pinjaman senilai US$ 2 Miliar. Sumitomo Mitsui Banking Corp (SMBC) ditunjuk sebagai pihak yang menjadi koordinator atas transaksi tersebut. Sebelumnya, manajemen Indofood CBP menyebutkan total pinjaman yang dijajaki perseroan untuk kebutuhan akuisisi Pinehill Company Ltd adalah US$2,69 Miliar. Nilai ini terdiri atas pinjaman bank senilai US$2,05 Miliar dan liabilitas jangka panjang lainnya sebesar US$650 Juta. Perseroan menargetkan batas waktu perolehan pinjaman ini sebelum 28 Agustus 2020. Selain dari pinjaman, perseroan juga akan menarik dana dari kas internal sebanyak US$300 Juta.  Pinehill Corpora tercatat memiliki 51 persen saham Pinehill Group, sedangkan sisanya dimiliki Steele Lake. Alhasil, Pinehill Corpora dan Steele Lake masing-masing akan mendapatkan pembayaran sebesar US$1,19 Miliar dan US$1,46 Miliar. Berdasarkan penilaian KJPP Rengganis, Hamid, dan Rekan, nilai pasar wajar Pinehill Company Ltd berdasarkan perhitungan adjusted value book adalah sebesar US$2,86 Miliar.  Hal tersebut menunjukkan, nilai rencana akuisisi ini 4,7 persen lebih tinggi dari nilai pasar wajar. Transaksi ini juga dinilai wajar lantara masih dalam deviasi maksimum 7,5 persen dari nilai pasar wajar Pinehill Company Ltd. Transaksi ini juga akan meningkatkan posisi pasar Indofood CBP di delapan negara lokasi Pinehill Company. Hal ini juga diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba perseroan hingga sekitar 20 persen per tahun. 

Kategori: Berita

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.