Nasabah Meninggal,3 Hal Ini Akan Terjadi Pada KPR

Dipublikasikan oleh admin pada

KPR (Kredit Pemilikan Rumah) merupakan salah satu produk perbankan yang sangat menarik perhatian masyarakat karena dinilai menguntungkan. Bagaimana tidak? Anda tidak perlu membayar lunas sebuah properti, dan anda sudah dapat menempatinya. Cicilan KPR pun sangat meringankan pengeluaran karena dapat dicicil paling lama hingga 25 tahun. Akan tetapi, selama waktu tersebut, mungkin saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada nasabah pengguna KPR. Meninggalnya nasabah KPR tidak membuat cicilan tersebut hangus, tetapi juga bukan berarti, secara otomatis cicilan dipindahtangankan kepada ahli waris. Sistem pelunasan KPR memang berbeda sesuai dengan kebijakan masing-masing bank dan kesepakatan yang dibentuk antara nasabah dengan bank. Secara umum, sistem pembayaran KPR setelah nasabah meninggal dunia akan disesuaikan dengan 3 sifat cicilan di bawah ini: 1. Cicilan lancar dan KPR memiliki perlindungan jiwa Untuk nasabah yang memiliki cicilan kredit lancar, dan tidak memiliki tunggakan pada saat nasabah masih hidup dan sekaligus bila nasabah memiliki perlindungan asuransi jiwa, maka nasabah tersebut berhak atas klaim kematian jika pembayaran premi juga dinyatakan lancar. Pihak ahli waris dapat kemudian mengajukan klaim kematian pada pihak asuransi. Klaim kematian ini berarti pinjaman KPR yang masih belum dilunasi oleh nasabah dinyatakan lunas. Akan tetapi, klaim kematian ini juga harus disesuaikan dengan kebijakan pihak asuransi. Ada beberapa tipe asuransi yang mana di dalam premi tersebut akan dinyatakan persyaratan baik dari akibat kematian, jangka waktu kematian hingga perlindungan yang didapatkan. Pencairan klaim harus disesuaikan dengan pemenuhan syarat yang ada pada perjanjian asuransi. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah program asuransi yang ditawarkan oleh setiap perusahaan asuransi akan berbeda dan sebagai konsumen sekaligus penerima kredit, nasabah harus memilih perusahaan asuransi yang paling tepat Biasanya terdapat kemungkinan apabila terdapat dokumen atau persyaratan yang tidak terpenuhi. Oleh karena itu, sebisa mungkin anda menyediakan segala dokumen sebelum diperlukan dan memastikan kepada pihak asuransi, apa saja yang diperlukan untuk pengajuan klaim dan tata cara prosedur yang tepat. 2. Cicilan lancar dan tidak memiliki asuransi jiwa KPR Cicilan yang dibayar dengan lancar pada saat nasabah masih hidup tetapi nasabah tidak memiliki perlindungan asuransi jiwa, maka untuk sifat cicilan seperti ini, ahli waris wajib meneruskan pembayaran utang KPR hingga lunas atau masa pinjaman yang telah ditentukan. Ahli waris di sini harus ahli waris yang legal di mata hukum yang biasanya tertulis pada surat warisan. Ahli waris dapat berupa anak, istri/suami, cucu atau siapapun yang ditunjuk oleh nasabah KPR pada surat warisannya. Setelah ahli waris melunasi cicilan KPR tersebut, rumah akan sepenuhnya menjadi hak ahli waris. Untuk menghindari pemberian beban pada ahli waris anda, lebih baik anda memiliki KPR sekaligus dengan perlindungan asuransi jiwa, baik gratis maupun yang preminya dibayar setiap bulan. 3. Cicilan tidak lancar Untuk nasabah yang kreditnya macet atau sering melakukan tunggakan pembayaran, harus menurunkan utang KPR tersebut kepada ahli waris, di mana ahli waris wajib membayar seluruh tagihan hingga lunas, termasuk segala tunggakan beserta bunganya. Jika debitur memiliki asuransi dan menyertakan asuransi pada KPR tersebut, maka ahli waris hanya wajib membayar utang kredit selama nasabah masih hidup. Sedangkan, jika KPR tersebut tidak diasuransikan maka selain membayar tunggakan utang, ahli waris harus melunasi sisa cicilan KPR. Sistem penurunan utang serta segala tunggakannya adalah otomatis dari pihak perbankan, dengan tidak menimbang kondisi ekonomi ahli waris. Jika ahli waris tidak memiliki kemampuan untuk membayar, maka pihak bank berhak menyita bangunan yang dikreditkan tersebut. Miliki asuransi jiwa Setelah anda mengetahui 3 jenis cicilan serta asuransi jiwa yang disertai di atas, dapat disimpulkan bahwa dengan memiliki asuransi jiwa, nasabah akan lebih mengurangi beban pada ahli waris pada saat nasabah meninggal dunia. Asuransi jiwa dapat melindungi kondisi finansial dan mengurangi beban biaya yang harus dikeluarkan pada saat pemilik kredit meninggal dunia.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.