Jika Dirugikan,Kemana Konsumen Harus Melapor

Dipublikasikan oleh admin pada

Perhatikan detail produk yang Anda beli. Laporkan jika ada pemalsuan atau hal lain yang merugikan, seperti label harga yang lebih mahal Konsumen sering kali menjadi obyek yang mengalami kerugian materiil maupun immateriil. Meski sudah ada peraturan yang melindungi konsumen, UU No 8/1999 (UU Perlindungan Konsumen), tetap saja dalam praktiknya konsumen masih menjadi korban. Terbatasnya akses informasi atau kesempatan bagi konsumen untuk mengakses informasi yang benar tentang barang atau jasa menjadi sumber awalnya. Selanjutnya, konsumen cenderung tak memahami bahwa haknya terlindungi dan bisa melapor ke sejumlah lembaga.  Kasus seperti malapraktik dalam pelayanan kesehatan, kesulitan pasien kurang mampu dalam mengakses layanan kesehatan, dan pembayaran barang belanjaan di kasir yang lebih mahal daripada yang tertera di label harga hanya sebagian kasus yang merugikan konsumen. Menurut Waji Has, Ketua Umum Perkumpulan Lembaga Bantuan Hukum Waji Has (PLBHWH), 90 persen kasus berhasil selesai dengan proses mediasi. Tentu saja, mediasi menjadi salah satu jalan penyelesaian masalah konsumen jika ada pengaduan. Artinya, konsumen harus lebih dulu berani melaporkan kasus yang merugikan, tentu saja dengan mengenali apa hak-hak konsumen. “Konsumen yang datang untuk mengadukan kasus terkait dengan layanan kesehatan tidak dipungut biaya. Butuh Rp 6.000 untuk materai, namun jika punya materai sendiri, artinya tidak perlu membayar apa pun. Ruang konsultasi terbuka sesuai dengan masalahnya. Apakah terkait medis atau hukum. Selanjutnya akan dilakukan mediasi, jika konsumen belum didampingi pengacara,” jelas Marius di sela workshop edukasi tentang perlindungan konsume

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.