Cara Mendaftarkan Sertifikat Hak Guna Usaha yang Aman

Dipublikasikan oleh admin pada

Apakah Anda pemilik usaha dan hendak membuka usaha seperti sektor pertanian atau perkebunan di atas lahan kosong? Simak ulasan penting berikut! lbhwajihas.com Tahukah Anda, pemberian hak atas tanah meliputi Hak Milik, Hak Guna Usaha, Hak Guna Bangunan, Hak Pakai atas Tanah Negara, dan Hak Pengelolaan? Ternyata, izin untuk menggunakan tanah sebagai tempat usaha ini tidak hanya dibutuhkan SHM (Sertifikat Hak Milik) dan HGB (Hak Guna Bangunan) saja, lho. Anda juga membutuhkan HGU atau Hak Guna Usaha sebagai izin mendirikan usaha di atas lahan. Nah, bagi Anda yang saat ini tengah mencari informasi mengenai cara mendaftarkan sertifikat HGU, artikel ini akan membahas beberapa poin penting tentang hal tersebut, di antaranya: Apa Itu Hak Guna Usaha? Siapa yang Bisa Mendapatkan HGU? Dokumen yang Perlu Disiapkan Proses Pengajuan HGU Kewajiban Pemegang HGU Bisakah HGU Diubah ke SHM? Bila Anda sudah membaca sekilas mengenai poin penting di atas, mari simak ulasan lengkap per poinnya di bawah ini. 1. Apa Itu Hak Guna Usaha? Menurut UU No. 5 Tahun 1960 tentang Pokok-Pokok Agraria, Hak Guna Usaha atau HGU merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai oleh negara, dalam jangka waktu tertentu. Jenis tanah negara yang dapat diberikan HGU adalah tanah yang termasuk dalam kategori hutan produksi yang selanjutnya statusnya dialihkan menjadi lahan untuk perkebunan, pertanian atau peternakan. Jadi, hutan lindung dan hutan konservasi tidak diberikan Hak Guna Usaha. HGU dapat diberikan untuk tanah dengan luas sekurang-kurangnya 5 hektare. Berbeda dengan hak milik yang tidak memiliki batas waktu, Hak Guna Usaha diberikan untuk waktu 25 tahun. Walaupun memiliki jangka waktu yang terbatas, HGU dapat dianggap sebagai hak yang kuat, sehingga pemegang HGU dapat mempertahankan hak atas tanahnya dari gangguan pihak lain. Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum, dan Pajak Properti Keunggulan SHM atau Sertifikat Hak Milik 2. Siapa yang Bisa Mendapatkan HGU? Lalu, siapa yang bisa mendapatkan Hak Guna Usaha? Warga Negara Indonesia maupun badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di negeri ini bisa mendapatkan Hak Guna Usaha. Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 9 Tahun 1999 tentang tata cara pemberian dan pembatalan hak atas tanah negara dan hak pengelolaan, berikut ini adalah beberapa poin penting yang perlu diperhatikan jika ingin mengajukan permohonan HGU secara tertulis kepada Kantor Pertanahan, yang daerah kerjanya meliputi letak tanah yang dimaksud. Keterangan mengenai pemohon. Apabila perorangan: nama, umur, kewarganegaraan, tempat tinggal, dan pekerjaan. Apabila badan hukum: nama badan hukum, tempat kedudukan, akta atau peraturan pendiriannya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Informasi tentang tanah yang mencakup data yuridis dan data fisik. Dasar penguasaan. Informasi ini dapat berupa akta pelepasan bekas tanah adat, pelepasan kawasan hutan, maupun surat bukti perolehan tanah lainnya. Letak, batas-batas, dan luas tanah (jika sudah ada surat ukur sebutkan tanggal dan nomornya). Jenis usaha (pertanian, perikanan atau peternakan). Informasi tentang jumlah bidang, luas, dan status tanah yang dimiliki, termasuk bidang tanah yang diajukan. Keterangan lain yang dianggap perlu. 3. Dokumen yang Perlu Disiapkan Setelah mengetahui apa saja syarat mendapatkan HGU, berikut ini beberapa dokumen yang perlu Anda siapkan jika ingin mengajukan permohonan HGU, di antaranya: Fotokopi identitas permohonan atau akta pendirian perusahaan yang telah memperoleh pengesahan dan telah didaftarkan sebagai badan hukum. Rencana pengusahaan tanah jangka pendek dan jangka panjang. Izin lokasi atau dokumen perizinan penunjukan penggunaan tanah atau surat izin pencadangan tanah sesuai rencana tata ruang wilayah. Dokumen bukti kepemilikan atau bukti perolehan tanah. Misalnya surat pelepasan kawasan hutan dari instansi berwenang, akta pelepasan bekas tanah milik adat, atau surat-surat bukti perolehan tanah lain. Persetujuan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) atau Penanaman Modal Asing (PMA) atau surat persetujuan dari Presiden bagi Penanaman Modal Asing tertentu atau surat persetujuan prinsip dari Departemen Teknis bagi non Penanaman Modal Dalam Negeri atau Penanaman Modal Asing. Surat ukur apabila ada. Untuk informasi tambahan, jika tanah yang dimohon berlokasi di lebih dari satu daerah kabupaten atau kota, maka tembusan permohonan disampaikan kepada masing-masing Kepala Kantor Pertanahan yang bersangkutan. 4. Proses Pengajuan HGU Setelah berkas permohonan HGU diajukan, Kantor Pertanahan akan memeriksa kelengkapan data dan dokumen. Pengaju dokumen ini dapat bertanya tentang biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan permohonan, serta rincian sesuai undang-undang yang berlaku. Jika terdapat data yuridis dan data fisik yang belum lengkap, pemohon sebaiknya segera melengkapinya supaya prosesnya tidak terhambat. Selanjutnya, jika pemegang hak ingin memperpanjang jangka waktu atau memperbarui haknya, permohonan dapat diajukan oleh pemegang hak dalam waktu dua tahun sebelum berakhirnya jangka waktu hak tersebut. Apabila di waktu yang akan datang pemegang HGU tidak lagi menjadi warga negara Indonesia, maka HGU yang dipegang harus dilepaskan, dalam jangka waktu paling lama satu tahun. Hak Guna Usaha juga dapat dialihkan kepada pihak lain yang memenuhi syarat. Demikian pula untuk badan hukum. Jika badan hukum yang memegang HGU tidak lagi berkedudukan di Indonesia atau dipindahkan ke luar negeri, maka Hak Guna Usahanya harus dilepaskan. Bagaimana jika dalam jangka waktu satu tahun HGU tersebut tidak dilepaskan? HGU tersebut akan terhapus dan status tanah dapat kembali menjadi tanah yang dikuasai oleh negara. 5. Kewajiban Pemegang HGU Sebagai pemegang hak atas usaha, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Pertama, tanah yang digunakan sebaiknya diusahakan dengan baik dan sesuai dengan keadaan tanah serta rencana tata ruang wilayah. Kedua, jika menggunakan tanah untuk kegiatan di sektor perkebunan atau pertanian, tentunya tanah perlu dipelihara untuk menjaga kesuburan dan mencegah kerusakan. Tanah yang dimaksud tidak boleh ditelantarkan dan tidak boleh disalahgunakan, contohnya digunakan untuk kepentingan lain yang merugikan dan mengganggu kepentingan orang banyak. Ketiga, beberapa usaha yang dapat dilakukan oleh pemegang hak untuk mencegah kerusakan tanah yang sedang dikelola adalah menyediakan sarana dan sistem tanggap darurat yang baik dan memadai jika terjadi bahaya, contohnya kebakaran. Pemegang Hak Guna Usaha juga perlu mengetahui dampak dari kegiatan usahanya terhadap lingkungan hidup. Keempat, hal penting lainnya yang perlu diketahui adalah Hak Guna Usaha dapat dihapus. Beberapa hal yang mungkin menyebabkan Hak Guna Usaha terhapus antara lain adalah berakhirnya jangka waktu dan hak dibatalkan oleh pejabat yang berwenang sebelum jangka waktu berakhir, karena kewajiban pemegang hak tidak terpenuhi atau terdapat pelanggaran terhadap ketentuan tertentu. Untuk mempermudah proses membuat sertifikat tanah atau balik nama sertifikat tanah, simak poin-poin penting lewat video berikut!   6. Bisakah Hak Guna Usaha (HGU) Diubah ke Surat Hak Milik (SHM)? HGU wajib didaftarkan dalam buku tanah pada Kantor Pertanahan, sementara HGU terjadi karena penetapan pemerintah (sejak didaftarkan) oleh Kantor Pertanahan, kemudian sebagai tanda bukti hak diberikan sertifikat hak atas tanah kepada pemegang HGU. HGU diberikan atas tanah yang luasnya paling sedikit 5 hektar. Jika luasnya 25 hektar atau lebih, maka harus memakai investasi modal yang layak dan teknik perusahaan yang baik sesuai dengan perkembangan zaman. Hak Guna Usaha dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain. Akan tetapi, tanah HGU tidak bisa ditingkatkan menjadi SHM atau Sertifikat Hak Milik, lantaran kepemilikan tanah adalah milik negara. Sementara SHM bisa dikeluarkan apabila tanah adalah milik perorangan. Itulah pembahasan lengkap mengenai cara mendaftarkan sertifikat Hak Guna Usaha atau HGU Anda dengan aman. Semoga ulasan ini cukup memberikan informasi dan jangan lupa kunjungi Rumah.com untuk membaca artikel tentang properti lainnya.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.