8 Tips Berkarir Menjadi Konsultan lbhwajihas.com

Dipublikasikan oleh admin pada

Dalam suatu sesi motivasi kepada karyawan baru, ada pertanyaan dari salah seorang karyawan, bagaimana awalnya saya menekuni bidang konsultan sebagai pilihan profesi. Sementara dari karyawan lainnya ada pertanyaan tips-tips untuk dapat menjalani profesi konsultan. Pertanyaan yang mudah dijawab sebenarnya, namun saya harus menjelaskan yang sekaligus mampu memotivasi mereka. Dalam rangka menjawab pertanyaan pertama, saya ceritakan bahwa pilihan karir sebagai tenaga ahli konsultan ataupun owner konsultan terjadi secara kebetulan. Pada awalnya sekitar tahun 1992 (saya berusia 24 tahun), ketika menempuh masa akhir perkuliahan di Jurusan Teknik Sipil FT UGM, saya mengikuti rekruitmen sebagai asisten dosen mata kuliah Teknik Sumber Daya Air, yang diasuh oleh Prof Sudjarwadi. Setelah diterima sebagai anggota Korps Asisten Teknik Sipil UGM, oleh Prof Sudjarwadi saya diminta juga untuk membantu kegiatan penelitan dan pengabdian kepada masyarakat serta terlibat sebagai tim back up konsultan yang dibinanya. Disamping aktif mengajar dan meneliti Prof Sudjarwadi juga mempunyai studio yang digunakan sebagai ajang untuk membimbing para engineer muda menjalankan tugas sebagai Tim Back Up Konsultan. Pada awalnya saya masuk hanya 2 hari dalam seminggu, karena tugas tugas dilakukan sambil mengikuti perkuliahan. Begitu seluruh mata kuliah teori sudah saya tempuh, hanya menyisakan kerja praktek , KKN dan tugas akhir, saya masuk 6 hari dalam satu minggu. Saya masih ingat tugas pertama yang diberikan kepada saya yaitu membuat batas Daerah Aliran Sungai (DAS), mengukur panjang sungai dan membuat profil memanjang sungai. Kebetulan, saat itu studio yang dimiliki dosen saya menjalankan tugas sebagai tim back up konsultan untuk pekerjaan Studi Banjir Jawa Tengah Selatan. Proses itu benar-benar membuat saya harus belajar dengan serius dan melaksanakan pekerjaan secara cepat tetapi cermat. Setiap penugasan selalu saya sikapi dengan belajar sambil bekerja. Alhamdulillah semua penugasan yang diberikan kepada saya dapat saya selesaikan dengan baik. Dan awal yang baik itu menjadikan saya untuk tertarik dan menyenangi tugas-tugas sebagai konsultan teknik. Setelah lulus saya tidak melamar kerja ke mana mana tetapi tetap mengabdikan pada tim back up konsultan Studio tersebut. Setelah 14 tahun bersama tim back up konsultan pada tahun 2006 mengundurkan diri dan membentuk badan usaha PT. Adiguna Mitra Terpercaya Consultants. Selanjutnya untuk menjawab pertanyaan kedua saya tegaskan bahwa tips tips untuk menjadi seorang konsultan dapat bercermin dari beberapa lessons learned yang saya peroleh dari pengalaman berprofesi menjadi konsultan sejak awal menjalani karir sampai dengan saat ini. Nilai-nilai tersebut telah membentuk karakter saya sebagai seorang konsultan. Tips untuk menjadi seorang konsultan yang saya sampaikan adalah: 1. Konsultan harus mampu menjalankan tugas yang diberikan oleh klien Tugas utama konsultan adalah memberikan pelayanan kepada klien untuk mampu memecahkan masalah, kebutuhan dan tantangan yang sedang dihadapi oleh klien. Konsultan yang sukses adalah yang mampu menerjemahkan atau menemukan masalah, kebutuhan dan tantangan yang sedang dihadapi kliennya, melakukan pengumpulan data dan analisis selanjutnya memberikan advis dan rekomendasi kepada klien. 2. Konsultan bekerja dengan tenggat waktu yang telah ditentukan Jangan membiasakan menunda pelaksanaan pekerjaan. Begitu tugas-tugas telah dipahami, segera rencanakan dan laksanakan kegiatan kegiatan lanjutan yang mengarah kepada pemecahan persoalan. Penundaan pelaksanakan tugas akan menjadikan tiba-tiba waktu yang tersedia untuk memecahkan masalah semakin terbatas dan berakibat solusi yang direkomendasikan tidak optimal. 3. Konsultan harus memiliki keterampilan teknis Tugas-tugas konsultan terkait dengan pengumpulan data, analisis, dan memberikan rekomendasi. Konsultan harus memiliki penguasaan terhadap ketrampilan teknis dalam pengumpulan data, analisis, dan memberikan rekomendasi. Kemampuan analisis diperlukan untuk mengolah data menjadi informasi dan analisis yang mengarah kepada solusi pemecahan masalah dan rekomendasi yang diberikan. 4. Konsultan harus memiliki keterampilan Komunikasi Penguasaan terhadap ketrampilan teknis itu penting, tetapi sebagai seorang konsultan ada yang lebih penting, yaitu keterampilan mengkomunikasikan pelaksanaan tugas. Kemampuan komunikasi diperlukan untuk meyakinkan klien, melakukan negosiasi, dan menyajikan hasil-hasil pelaksanaan tugas. 5. Konsultan harus mempunyai sikap yang baik, diantaranya adalah menjaga hubungan baik dengan klien Yang harus dijaga dalam berhubungan baik dengan klien adalah sikap saling percaya atau trust. Apabila sikap saling percaya sudah terbentuk, maka langkah-langkah selanjutnya dalam pelaksanaan tugas akan sangat mudah dilakukan. Konsultan harus mendahulukan kepentingan klien, meskipun demikian, konsultan tidak boleh didikte oleh klien, selalu bersikap profesional dan independen dalam memberikan solusi. 6.Konsultan harus mampu menyimpan dan menjaga informasi dari setiap tugas yang dilaksanakan Semua data dan informasi yang diperoleh sepenuhnya adalah hak klien. Data dan informasi mengenai klien adalah rahasia, bukan untuk konsumsi publik, melainkan hanya untuk konsumsi konsultan semata untuk kepentingan analisis pemecahan solusi dan rekomendasi. Konsultan harus memiliki profesionalisme untuk menjaga semua informasi mengenai kliennya. Apabila konsultan ingin memberikan informasi kepada publik, maka harus seizin klien tersebut. 7. Konsultan harus mampu menjaga reputasi dan kredibilitas tim konsultan di mata klien Salah satu hal yang harus dihindari adalah beda pendapat dan berdebat, apalagi bertengkar, di depan klien, meskipun ada anggota tim yang berbuat salah. Setiap perbedaan harus diselesaikan dalam rapat internal tim konsultan. 8. Konsultan adalah pekerja yang mengandalkan pengetahuan (knowledge worker) Konsultan harus senantiasa meng up to date pengetahuan dan keterampilan di bidangnya. Konsultan harus memiliki kemampuan untuk belajar secara mandiri dan terus menerus. Saya senang penjelasan saya sepertinya cukup menjawab rasa keingintahuan para karyawan baru yang mengikuti sesi motivasi. Rasanya sangat sayang apabila tips-tips tersebut hanya dibahas di ruang meeting kantor saya.

Kategori: Artikel

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.